Friday, May 25, 2007

Selembar Kertas Seputih Salju

Berkatalah selembar kertas seputih salju, "Aku diciptakan penuh kesucian, dan aku akan tetap suci selamanya. Lebih baik terbakar menjadi abu dari pada menderita sentuhan kegelapan, atau kekotoran menodaiku."

Botol tinta mendengar apa yang telah dikatakan kertas, dan tertawa terbahak-bahak dengan hati diliputi kegelapan; tetapi ia tak pernah berani mendekatinya. Pensil berwarna-warni juga mendengar, dan mereka juga tak pernag mengganggunya.

Kertas seputih salju itu tetap murni dan suci selamanya, murni, suci - dan kosong.

------------------------------ooOoo------------------------------

2 comments:

Irfan Arfianto said...

Bisa Juga lo bikin kata2 yg puitis kaya gitu??? Salut U/ lo Kodok Atret.
Btw, dlm filosofi hidup jgn atret teruz...Tetap Semangat!!!

Anonymous said...

LU NYONTEK DARI BUKUNYA KAHLIL GIBRAN KAN!?........
HARUS NYA DIBAWAH POSTING LU TERSEBUT DI KASI TAU KALO TULISAN TSB DISADUR DARI KARYA KAHLIL GIBRAN.

eltujuh